Postingan

kecewa

ternyata lama pertemanan tak menjamin akan awetnya hubungan. bahkan karena rasa sakit dan kecewa terkadang bisa membuat sikap seseorang menjadi berubah. yaaa rasa kecewa yang tetap belum ada obatnya. mungkin bisa memaafkan, tapi melupakan? belum tentu. kita tidak tau dalamnya rasa sakit yang dirasakan. sedihnya rasa sepi yang berlalu. hilangnya rasa percaya. percayalah hal ini tak terlihat mudah. bahwa kecewa itu masih ada. meski udah berlalu sekian bulan, tapi tetap saja tak ada yang bisa merubah itu semua. tidak juga pelukan, tidak juga kehadiran. kecewa tetap kecewa yang akan terus menggaga hingga nanti luka itu kering sendiri entah kapan. bahwa pertemuan terakhir kita, aku rasa "beda". canda tawa kita tak lagi sama. sinar tawanya pun beda. entah tapi kadang aku ga nyambung candaan kalian. oh ternyata ini fase perubahan. yaaa tahap dimana kita mulai bisa merelakan dan melepaskan teman lama dan menyabut teman baru. bagiku, jujur sudah terlambat untuk memperbaiki. ke...

Jangan Lupa Bahagia

Dari dulu saya memang pelajar yang biasa-biasa saja. Saya tak sanggup mengikuti pelajaran ilmu pasti yang diajarkan di bangku sekolah formal. Bahkan untuk lulus SMA saja penuh drama.  Nilai UN yang ada dijazahpun nyaris diambang batas. Sangat tak layak dibanggakan. Bukan saja karena saya tak mau, tapi juga karena saya tak bisa. Bebal. Kata-kata kalo dia bisa aku pasti bisa, sama sekali ga ada di kamusku. Otak saya beda dengan yang rank 1. Kalo sekarang saya disuruh mengerjakan MTK-Fisika. Saya mending menyerah. Saya bahkan sudah lupa semua materi pelajaran IPA. Kecuali pengetahuan umum dan sejarah. Dari SD memang udah darahnya IPS. Nasib berkata lain ternyata. Saya tidak pernah sekalipun dipanggil guru untuk mendapat penghargaan saat penerimaan rapor tiba. Sayapun kurang menyukai berada di kelas untuk memecahkan masalah menggunakan rumus. Waktu yang paling saya tunggu ketika sekolah hanyalah waktu istirahat dan waktu pulang. Saya memilih menjadi pelajar santai. Datang bebe...

Mendaki Puncak Tertinggi Everest

Kenapa? Baru baca judulnya terus bikin penasaran yaaa? Penasaran kalo bisa daki gunung? Hahahaaaa tenang ini bukan lagi bahas daki mendaki kok. Yaaaah.... terus ga dibaca sampe selesai dong? :( Lamanya persahabatan memang bukan jaminan langgeng dan awetnya hubungan. 7-8 tahun berteman juga ternyata bukan suatu ukuran. Seperti kutipan artikel di Kompas, Desember lalu, “bahwa makna kelekatan persabahatan antara sahabat selama 7/8 tahun tidaklah sama. Jadi bisa saja salah satu pihak melepaskan diri dari kelekatan tersebut tanpa merasakan penghayatan perasaan yang berarti”. Kalo dipikir-pikir, iya juga yaaaa. Sebelum baca ini, aku cuma mikir, kok dia ninggalin aku sih? Kok dia sibuk sih, kok gini, kok gitu. Aku berpikiran bahwa dia satu-satunya orang yang selama ini jadi tempat curhat, aku percaya sama dia. Tapi apa makna “sahabat” dia selama ini sama? Ternyata tidak. Lalu diikuti kutipan selanjutnya,  “ Kita tidak perlu bersusah payah mencari jalan agar persahabatan berj...

Kegelisahan

Abis baca blognya Pandji, aku jadi berpikir sesuatu. Ada satu pikiran yang ga sama. Gelisah. Oke. Ini hanya subyektif yaa. Setiap orang pasti punya pikiran beda dan ga semua orang punya pendapat sama. Kali ini aku mau komentar kalo apa yaa. Gini deh. Dari judul tulisan “Menyesal Memilih Jokowi”. Pas aku baca emang judulnya buat menarik perhatian. Sekedar sensasi aja. Judulnya tidak memberi arti bahwa dia menyesal. Bahkan media online pun tak ketinggalan memuatnya. Karena memang topik ini lagi “panas-panasnya” di ibu kota sana. Jadi apa yang aku gelisahkan? Nah ini kutipan dari blog tersebut. “Lah emang kalo   presiden anda yang terpilih dan kemudian berbuat salah, apakah anda tidak mengkritiknya? Begitukah prinsip anda? Untung pilihan anda gak   menang. Bahaya sekali menutup mata dan membuang muka setelah memilih Presiden. Kelakuannya seperti anak yang baru ikutan pemilu. Memilih lalu berpikir tanggung jawabnya berhenti di situ. Atau anda yakin sekali jika yang terp...

Akhir Tahun...

Yaaaaa besok udah tahun baru..... teroteeeetttt toreeeettt!!!! Jadi apa yang kalian lakukan? Party? Mabok? Tidur? Nonton TV? Bikin resolusi? Yaaa jadi apapun itu terserah kalian lah, aku lagi ga mau komentar. Jadi sepanjang tahun 2014 ini, apa yang telah kalian lewati?? Sedihkah? Senengkah? Buat ku tahun 2014 itu tahun perjuangan! Kaya hari pahlawan yaa? Bukan... bukan lagi ngomongin pahlawan kok. Dan tahun yang penuh ujian. Yaaaa the real “ujian” ujian kehidupan. Yaaa jatuh, ditolak, mereasa kehilangan, kekecewaan, bangkit, lalu dihempaskan lagi. Kayanya emang semesta pengen ngajak bercanda. Tahun yang harus luar biasa sabar, ikhlas, dan selalu bersyukur. Tapi yaaa itu masih akan jadi ujian di tahun depan. Karena tahun ini sepertinya aku belum lulus juga dari “ujian” itu. Well, terimakasih buat yang selalu ada, yang pernah ada, yang mau ada. Aku tanpa kalian cuma remah kastengel. Terimakasih buat dukungan, pelukan, dan segala kesediaan waktunya yang mau ada disaat susah,...

BAHAGIA

Wow ternyata tahun 2014 ini, mencatat rekor posting tulisan terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya :”). Aku yang selo apa lagi seneng-senengnya nulis ya? Kayanya dua-duanya deh. Lagi banyak banget  ide apa yang mau ditulis. Heheeee Menurut kalian, apasih arti B A H A G I A itu? Seneng? Gembira? Bersyukur? Setiap orang memaknai bahagia dengan berbeda beda. Ada yang bahagia itu sederhana, sesederhana dikasih sarapan, dikasih pelukan, dikasih cinta. Yaaaa sesuatu yang ga bisa kita ukur dengan apapun! Jadi jangan pernah buat meremehkan kebahagiaan orang. Ada orang yang kalo makan sambel aja tiap hari udah bahagia, ada yang kalo bisa punya sendal swallo bisa bahagia, punya pensil ayam aja bahagia, punya jam Baby G aja seneng ga ketulungan, punya hape Android dari tahun lalu ga ganti, juga bahagia. Tapi bisa jadi hal yang kita anggap sederhana sebenarnya udah sangat mewah buat orang lain. Jadi jangan diremehin. Punya keluarga yang utuh aja, buat sebagian orang itu udah mewah bang...

Society's Judgment

Gambar
Dulu ku punya sahabat. Terakhir aku liat twitternya isi tweet dia itu tentang doa dan segala harapan dia. Bahkan relosusinya pun dia tulis di blog. Aku bukannya sirik, atau iri, tapi apa pantas hal kaya gitu diumbar di Sosmed? Bukankah akan lebih syahdu yang tau hanya kita dan Tuhan? Jadi orang lain memang tak perlu tau apa doa kita kan? Sejak saat itu akun twitternya aku Mute dari aplikasi twitter di HP. Gak ada gunanya aku baca apa yang dia tweet.   Dulu, sebelum aku sadar, aku ngetwet apapun. Yaa kesel, yaa seneng. Pokoknya aku tweet aja. Sampe yaa itu aku kena yang namanya society's judgment . Di nasehatin ini itulah, dibilang ini itulah sampe aku “sedih”. Sampe aku mbatin, “lo gak tau kan seberapa besar usaha gw?” nah itu orang lain ga perlu tau dan kebanyakan emang ga mau tau usaha kita, yang ada cuma “lulus, lolos, dan berhasil ”. ini salah satu isi mention yang cukup bikin ngelus dada Lalu kemudian akhirnya aku sadar. Bahwa gak semua orang perlu tau kaya apa...

Pembaca Setia

Ternyata bukan cuma artis atau aktor aja yang punya penggemar seabrek. Belakangan penulis novel pun mulai mendapat tempat dihati pencintanya. Katakanlah Dewi “Dee” Lestari, Ayu Utami, Djenar Maesa Ayu, Andrea Hirata, Raditya Dika, A Fuadi, Tere Liye, Donny Dirghantoro, Asma Nadia dan sederet mana beken lainnya. Tapi ternyata sesorang yang tadinya bukan penulis pun sekarang terkenal karena novelnya yang laris di pasaran. Sebut saja Padji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, Dara Prayoga, Falla, Adinda, Alexander Thian, Trinity dan puluhan artis lain. Padji dan Ernest berawal dari Stand Up Comedi, Dara seorang seleb twet yang jadi terkenal karena isi twetnya. Begitu juga Falla seorang seleb twet yang juga dokter muda dan sudah menelurkan 2 buku. Alexander Thian atau yang biasa followernya panggil dengan Koh Lexy ini terkenal karena hobby travelernya. Seminggu dia di London, minggu depan dia sudah mendarat di Jogja. Lima hari kemudian dia sudah upload foto di salah satu padang rumput di Austral...

Betah di Rumah? Kenapa Tidak?

Banyak yang nanya kenapa aku suka di rumah dan males banget keluar kalo ga perlu-perlu banget. Adanya yang nyaranin untuk selalu keluar. Jangan cuma di rumah terus. Aku itu bingung mau kemana? Aku sering kok pergi ke mall, nonton, tapi yaa itu sendiri. Dan bakal jadi pertanyaan lagi kalo ketemu temen, “heh kamu sendiri banget?? Wah berani yaaa?” apa salahnya sih seorang diri?? Bawel banget. Soalnya saya ga tau dan gak punya list temen yang kira-kira bisa diajak. Dan belum tentu selera film saya sama dengan temen saya. Gitu. Saya sih kalo diajak nonton film, ya ayok. Sejauh itu film saya sukai. Toh kalo mau wifi di rumah juga udah ada, jadi aku ga perlu repot-repot pergi kan? Makan juga udah ada, kalo pengen jajan baru nyari keluar. Selama ga ada yang ngajakin keluar atau pergi yaaa aku di rumah. Nerusin skripsi yang bikin snewen, pening, kesel. Bales-bales kartu pos, atau online, nemu berita aneh-aneh, atau baca dari satu blog ke blog yang lain. Yaa entahlah, aku ini kalo pergi da...

Demam Ice Bucket Challenge

Akhir-akhir ini pasti lagi sering denger istilah Ice Bucket Challenge itu lho yang nyiram diri sendiri pake air es. Hampir semua tokoh dunia ikut serta. Misalnya Bill Gates, Mark Zuckerberg, Justin Bieber, LeBron James. Artis papan atas Indonesia juga gak mau kalah. Kayak Bunga Citra Lestari, Julia Perez, Daniel Mananta, dan sederet nama beken lain. Sebenernya apa sih alasannya? Ternyata asal mula Ice Bucket Challenge adalah “ketika pada 30 Juni sebuah program TV Amerika, Golf Channel Morning Show, mengulas tentang fenomena media sosial dan kemudian melakukan Ice Bucket Challenge secara live. Segera setelah itu, pada 15 Juli seorang pegolf bernama Chris Kennedy melakukan tantangan yang sama dan menantang sepupunya Jeanette Senerchia dari Pelham, New York. Dan kebetulan suami Jeanette, Anthony, telah menderita ALS selama 11 tahun.   Sehari kemudian, Jeanette melakukan tantangan itu, sementara putrinya yang baru berusia 6 tahun memfilmkan aksinya di depan rumah mereka. Meski awa...