Postingan

Entri yang Diunggulkan

Around The World and Find Love

Beberapa hari yang lalu, mampir ke sebuah toko buku di salah satu Mal di Yogya. Kalo dipikir. Udah lumayan lama sih gak nongkrong di toko buku. Ngeliat buku berderet dengan bermacam judul yang menjual siap dibeli. Tapi ya ujungnya juga gak beli apa-apa. hehehe. Lagi gak niat nyari buku buat bacaan juga sih. Jadi cuma ngeliat ada buku baru apa.

Ternyata banyak buku baru. Dan sepertinya fenomena buku dengan tema cinta masih booming banget. Taruhan, 2-3 tahun kedepan itu buku atau novel (pasti) diangkat ke film.

Abis pulang, malah jadi kepikiran terus sama judul-judul yang ada. Sekarang lagi hits banget judul yang bawa-bawa kota di luar negeri. Gak cuma satu. Banyak! Love in Paris, Love in London, Love in Auckland, Love in Sydney, Love in Edinburgh, Love in Marrakech, Love in Adelaide, Winter in Tokyo, Autum in Paris, Summer in Seoul, Spring in London, London Love Story, dan masih banyak lagi. Sebenernya fenomena ini udah ada dari jaman masih SMP, jaman Ilana Tan sukses bikin 4 novel den…

Mengubah Standar

Dulu saat masih bocah dan disuguhi tontonan sinetron Indonesia karena mamak -yang momong saya dan adik- demen sama opera sabun Indonesia. Pastinya udah gak asing sama Anjasmara, Primus Yustisio, Adam Jordan, Jeremy Thomas dkk. Bisa dibilang mungkin mereka sudah menjadi idola bocah yang belum mengenal “Laurier dengan sayapnya” eheheee. Yap. Buat anak seusia itu, patokan ganteng dan cakep adalah ukuran standar para bintang televisi ini. Beranjak masuk sekolah dasar, bintang idola kemudian bergesar ke Atalarik Syah, Teddy Shah dan Teuku Ryan. Hayoo ngaku deh. Pasti pernah juga kan ngidolain mereka. Hahahaaaaa.

Pengidolaan ini juga berubah seiring perubahan bentuk badan. *gak perlulah dibahas mana aja yang berubah* #uhuk. Idola ini kemudian berlanjut ke idola yang lebih Internasional. ((((Internasional)))) saya tidak akan menyebut kata yang lagi trending yaaa. Sharkruk Khan adalah idola pertama dari luar Indonesia. Hahahaaaaa. Mungkin di masa itu, saya sedang mengalamai puber pertama. Bah…

Rindu itu Memiliki Nama

Gambar
Ketika akhirnya adek memutuskan akan menempuh sekolah di Jepang, saya tidak mempersiapkan apa-apa. Tidak mempersiapkan emosi apapun. Hingga, sehari-dua hari dia pergi, di perjalanan pulang kantor, tiba-tiba saja pipi saya basah. Ternyata saya sudah merasa kangen. Kangen membawakan jagung manis kesukaannya, kangen membelikan bakso atau hanya sekedar kue leker yang dibeli di depan Pamella. Saya hanya belum terbiasa dengan ketidakhadirannya di rumah. Malam saat dia pergi pun entah kenapa saya gelisah. Baru kali itu saya merasa tidak bisa tidur.

Hari berikutnya,


Saya mulai terbiasa dengan kamar kosong di depan pintu samping rumah. Kamar yang tidak pernah lagi ada lampu menyala jika tidak ada orang yang masuk ke dalam. Kamar yang memang dibiarkan kosong. Hanya tinggal beberapa perabot seperti: tempat tidur, lemari dan kipas angin.
Saya mulai terbiasa melakukan pekerjaan rumah sendirian. Mengajarkan saya bahwa mengeluh akan membuat hidup semakin berat lagi. Bangun lebih pagi untuk sekedar me…

Bunuh Diri dan Kedamaian Sejati

Berturut – turut mendengar berita bunuh diri. Aku tidak ingin menyalahkan mengapa mereka melakukan hal itu. Tapi aku hanya mencoba melihat, mengapa akhirnya seseorang memilih mengakhiri hidupnya.


Bagi sebagian orang dunia ini adalah segalanya. Bahkan tak jarang banyak orang yang dibutakan karenanya. Ada yang ingin hidup hingga 1000 tahun lagi. Tapi tak sedikit juga orang yang menanggap dunia ini bagai neraka. Padahal, tak pernah ada yang tau neraka itu seperti apa. Bagi mereka yang sering menjadi korban perundungan, bullying, dihina, dilecehkan, tak pernah diaggap, mereka berharap tak pernah dilahirkan jika hanya menjadi ‘sampah’.

Masa sekolah bagi sebagian anak tak lagi menjadi masa yang mengasikkan. Bukan hanya di sekolah, tidak jarang, ada yang dibully oleh anggota keluarga. Iya. Anggota keluarga. Mungkin mereka hanya bisa diam. Tapi mereka tumbuh dalam rasa penolakan yang tidak pernah terpikir oleh yang lain. Rasa sakit yang dia simpan selama bertahun – tahun. Penerimaan yang buru…

Tidak Ada Yang Perlu Dikhawatirkan

Gambar
Mungkin ada yang bertanya kenapa memposting tulisan yang kita bikin sendiri, [life-must-go-on,] dipost di blog sendiri butuh keberanian? Mengapa harus menunggu waktu? Mengapa ditunda-tunda?
Karena isi tulisan bersifat pribadi, ada perang batin dan konsekuensi jika nanti akhirnya diketahui oleh umum. Menduga-guda tanggapan orang lain setelah mereka membaca. Karena bagiku, itu bukan tulisan biasa, itu tulisan kejujuran. Ada ketakutan jika aku jujur dan menulis itu, lalu orang yang membaca jadi berubah sikap, jadi tampak menyebalkan, atau malah aku dikasihai. Sungguh bukan itu yang aku mau.
-------
Aku nulis blog bukan buat galau-galauan atau menye-menye. Bukan mau membuka aib atau keburukan. Aku hanya ingin berbagi cerita yang mungkin tak sempat aku ceritakan. Yang mungkin sulit untuk aku ceritakan secara langsung. Yap, mau bagaimanapun hal itu bagian dari diriku. Siapa tau, dengan orang membaca, mereka yang juga sedang mengalami, atau pernah merasakan tidak merasa sendirian. Karena mera…

Life Must Go On

Ada alasan terbesar kenapa memutuskan gabung jadi salah satu volunteer film Jepang yang kebetulan diputer di Indonesia.  Selain keluar dari zona nyaman juga pelarian.  Baru ini juga jadi volunteer acara film animasi dari Jepang. Hal yang sama sekali gak aku pahami sejak awal. Tapi, Alhamdulillah bisa bertahan sejuah ini.Aku blas ga kenal orang-orang kecuali Myta yang udah kenal lebih dulu waktu magang.
Seminggu sebelum gabung, bisa dibilang hidup ku kok surem. Ngerasa gagal, ga berguna, susah dapet kerjaan. Bahkan mikir, emang ada yang mau nerima ‘sampah’ kaya aku? Jujur aku kadang ga merasa pintar. Bodoh dan bermental lemah. Salah satu kekuatanku yang nulis. Sampah ini bukan dalam arti jahat atau kejam. Tapi sungguh kok ga berguna gitu lho. Ditolak hampir di 18 kantor/perusahaan. Sedih? Udah jangan tanya. Hidup kaya zombie. Mau cerita sama keluarga kok yaa memalukan. Karena keluarga termasuk orang sukses dan ga akan percaya hal kaya gini. Bahkan hubungan dengan keluarga terdekat semp…

Moon Cake (Pelengkap) Story

Gambar
Spoiler Alert




Sebenernya alasan ku nonton Moon cake story itu kurang lebih adalah hanya ingin melihat mas Morgan saja. Huahahahahaaaaaa. *ditoyor berjamaah*. Soalnya aku terpikat pas di meranin karakter Max. Gak tau. Seneng aja. Kalo ngefans mah harusnya udah dari dulu aku ngikutin filmnya. Tapi ga ngefans yang gimana gitu, hanya seneng aja. *ehem*. Selain ini film dia yang aku tonton itu, "Asalamualaikum Beijing, Ngenest, Jilbab  Traveler, Melbourne Rewind sama kemarin barusan aku tonton. 

Okeey lanjut, nanti Morgan makin GR lagi. Jadi Moon Cake ini cerita yang amaaaaaaaat sederhana. Kisah seorang pembuat kue bulan. Kalo aku bilang tanggung. Tanggung dramanya, tanggung klimaksnya, tanggung konfliknya. Ada beberapa kalo bisa lebih di maksimalkan, bakal keren sih. Pertemuan David dan Asih lalu menjadi dekat agaknya memang dibuat terburu-buru, mungkin karena durasi. Lantas semua jadi serba kebetulan saat hampir setiap lewat 3 in 1, selalu milih Asih. 

Terus gak dijelaskan secara deta…

[spoiler alert] Cinta Lama Bersemi di Swiss

Gambar
Ada beberapa bagian di LLS 2 yang agak aneh, meski tetep masuk akal sih. Penting banget yaa gua bahas alur cerita beginian? Hemm. Abis agak ngebingungin awalnya. 

Buat yang udah nonton, kalian agak jangal gak kenapa Caramel bersikap kaya gitu sama Gilang sejak pertama ketemu (lagi)? Padahal katanya kan mereka sahabatan. Apa karena dia (masih) nyimpen rasa sama Gilang tapi gak mau khianatin Dave?

Jadi di filmnya kelihatan jelas kalo sebenernya sejak awal Caramel tuh juga tau perasaan Gilang. Makanya dia defensif dan menjaga perasaan Dave. Sebenernya kalo dipikir logis, dia tau dari mana? Kan dia kabur sebelum Gilang sempat nyatain? See mudeng kan? 

Sooo cek this out, mari kita bahas hal yang mengganjal dari kacamata saya.. 

Kalo dari segi cerita nih yaa. Kenapa sikap Caramel ga dibikin biasa aja (seolah-olah emang ga apa apa sama Gilang)padahal hatinya Caramel udah berantakan.... Iya pasti canggung, kaku. Tapi dengan dia defensif (terlihat salting dan malu-malu kaya nyimpen rasa) malah kel…

Komitmen, Cinta dan Ambisi

Gambar
Aku janji kan ya, mau review film yang udah ku tonton selama 2017 ini. Dan itu banyak banget! Hahahaaaaa.
Nanti mungkin akan dibagi entah jadi berapa bagian sesuai genre dan film itu berasal. Misal genre anime/animasi, India, Korea, Indonesia, Amerika-Inggris
Review ini bersifat subjective dan mungkin di setiap orang akan berbeda. Mungkin akan ada sedikit banyak spoiler. Kalo menurutku jelek, kan ku bilang jelek dan kalo emang menurutku bagus, ku puji abis-abisan. Hehehee. 
Oh iya, biar enak, aku ceritain sedikit ringkasan ceritanya baru abis itu aku komentarin. Setuju? 
India: Dear Zindagi Film ini bercerita tentang perempuan yg takut akan sebuah komitmen. Begitu menjurus kehubungan yg serius, dia selalu pergi/menghilang gitu aja tanpa pamit. Ternyata ada kaitannya dengan masa lalu dia. Di bagian ini jujur air mata menderas gitu aja. Soo deep! Dia takut akan kehilangan. Mirip ama orang cancerian gitu. Hahahaa. Okeey jangan bawa-bawa zodiak. Cewek ini seorang videographer. Terus dia gak se…

Depresi, Insecure dan Menerima Diri Sendiri

Lama juga ga nulis sesuatu yaa? Hehehee lagi males banget. Tepatnya males buat nulis. Padahal katanya nulis itu bisa jadi terapi yang baik. Well mari kita coba. Sorry kalo terkesan agak lebay dan pathetic.

Tadinya aku pikir menerima diri sendiri itu hanya sebatas menerima kekurangan dan kelebihan. Tau kapasitas diri. Tapi ternyata menerima diri sendiri itu juga tidak mudah marah dan kecewa dengan diri sendiri. Lah kalo selalu menganggap diri gak berguna, bego, yaa dapat diartikan bahwa memang belom sepenuhnya menerima diri sendiri.
Aku baru tau, setelah baca point ke-3 “sering marah dan kecewa sama diri sendiri itu berarti kita tidak nyaman dan tidak bisa menerima diri sendiri.” Aku kalo lagi bad mood, kaki nabrak meja-kursi aja udah ngomel dan seakan-akan nyalahin kaki. Atau hanya menyenggol gelas, nyenggol camilan yang penuh ampe tumpah semua, bisa kok nangis cuma gara-gara itu. Parah banget kan? Terus aku sadar akan sesuatu. Ada yang gak beres sama kejiwaan aku nih. Kenapa aku bisa …