Postingan

SEPENGGAL CERITA...

Gambar
Meski seminggu telah berlalu, namun rasanya memori ini masih tetap tertinggal disana.  Rasa ini seakan semakin menyiksa kala suatu waktu tanpa sadar melewatin tempat itu lagi. Yaa GOR UNY. Seminggu lebih mengunjunginmu hanya untuk berjumpa, ber “say hai”. Tahun ini menjadi tahun ketiga penyelenggaraan NBL Championship Series di Yogya sekaligus menjadi terakhir kalinya gelaran Final diadakan di kota ini. Rasa sedih tentu tak dapat dipungkiri, mengingat banyak sekali hal yang terjadi selama NBL berkunjung ke Yogya. Dari mulai mendatangi hotel para pemain, mencuri waktu melihat mereka latihan, hingga mendapat contac person salah satu pemain agar lebih dekat. Dulu, berharap IBL  (Liga sebelum NBL) kurun waktu  2007-2009  mampir ke Yogya saja seperti mimpi. Rasanya tidak mungkin. (Kalo tak salah ingat tahun 2004-2005 IBL pernah mampir ke GOR Amongrogo sebelum Gempa Yogya 2006). Sayang waktu itu gak tau tentang basket. Tapi tiga tahun kemudian, tahun 2010, setalah...

Menunggu dan Merelakan

Pernahkah kamu sangat berharap terhadap sesuatu? Misal menang kuis atau undian? Kamu begitu cemas menantikan pengumuman konfirmasi. Hampir tiap hari kamu mengecek atau mencari tau, tapi belum juga ada konfirmasi. Hingga ada di satu titik ketika kamu mulai enggan dan merelakan undian tersebut, kamu berusaha melupakan. Hari-hari tak lagi dipenuhi cemas penasaran. Lalu, beberapa hari kemudian, hal yang tak kamu sangka, tapi hal itu hal yang dulu kamu inginkan. Kamu terpilih menjadi pemenang!! Apa yang akan terjadi? Apa yang akan kamu lakukan? Jika itu aku, mood yang sejak awal sangat baik, dan menunggu dengan sabar, jadi tak berarti. Saat tau jadi pemenag, malah jadi kosong, hampa, oh udah, gini aja nih jadi pemenang???? Rasa ingin itu lenyap, tergerus penantian panjang yang kunjung pasti. Serius, andai pemenang itu ada yang mau ambil, dengan senang hati aku beri! Tanpa ada menyesal. Silakan..., entah kenapa aku seperti anak kecil, tapi aku butuh kepastian, aku udah gak percaya hal...

Twet Nampol Yang Juarak

       yeahmahasiswa   kalo ada yang ngajak ngumpul, usahakan kumpul walau ngga lagi kangen-kangen amat. Who knows it’s their last, or yours      yeahmahasiswa   sayangnya kangen itu datengnya ngga barengan; pas kita kangen mereka yang dikangenin lagi ngga kangen. Dan sebaliknya. " @yeahmahasiswa   people come and go, selagi masih bisa kumpul, usahakanlah kumpul " @yeahmahasiswa nikmatin kebersamaan, while it lasts " @yeahmahasiswa   nyatanya ilang temen yang biasanya suka ngumpul bareng lebih nyakitin daripada putus sama patjar, " @yeahmahasiswa sampe masing-masing udah sibuk sendiri-sendiri. kalo udah gini, ya ngga bisa nyalahin siapa-siapa, emang masanya udah habis :’) " @yeahmahasiswa   masa-masa kita bener-bener bikin effort buat ketemuan, bukan sekedar kalo waktunya luang doang… " @yeahmahasiswa ada satu titik masa di mana lo seolah ngeliat ke belakang, terus sadar kalo temen2 yang dulu barengan...

Hanya Mi

Orang yang bikin mi aja sampe lembek saking lamanya ngerebus itu emang orang yang jarang ndapur ya.., kelihatan ga pernah bikin mi. Dia pikir kalo lama ngerebus terus pengawetnya ilang? Ya enggak lah -,-“. Malah rasanya ANEH. Tapi karena aku udah laper banget dan gak mungkin ngamuk cuma gara-gara mi yang lembek, kan gak lucu! Yang ada malah saya yang dimarahin. Padahal yang bikin mi bukan saya. Ya sadahlah. Pokoknya setiap orang yang bikin mi pasti merasa mi dia paling enak. Okeee.. silakan. Tapi lain kali, mending saya bikin mki sendiri. Lebih “pas” dan lebih gurih. Bahkan hanya gara-gara mi saja bisa membuat saya hilang mood. Duh betapa tidak dewasanya saya ya. Tapi kalo tidak begitu, kapan saya akan jujur tentang apa yang saya rasakan? Oh mungkin memang saya yang kurang komunikasi saja. Lebih-lebih saya “takut” menyinggung perasaaan orang lain apabila saya komentar atau tidak suka. Jadi, lebih baik biar saya saja yang menyimpan perasaan ini. Iya satu lagi, saat kamu masak m...

Sebuah Kabar

Beberapa hari yang lalu mendapat kabar yang cukup mengejutkan dari teman dekatku. Seharusnya kabar itu adalah kabar bahagia. Tapi entah apa yang merasuki pikiranku, aku merasa begitu hina. Ada rasa marah, kesal, jengkel yang datang bersamaan. Rasa yang membuat sesak. Terkadang saat kita begitu percaya dan menceritakan sesuatu kepada orang lain, dia belum tentu akan melakukan hal sama. Dia lebih memilih menyimpan masalah pribadinya, dia mungkin tak ingin berbagi kebahagian dan lebih memilih mengumumkan status terbaru. Oh oke. siapalah saya? Toh dia juga berhak menentukan pilihannya kan? Tidak perlu semua kehidupan pribadinya kamu perlu tau kan? Kurang dari setahun, dia sudah menemukan pengganti. Begitu cepat ya. Bahkan entah ini sudah yang keberapa aku juga tak tau. Sedangkan disini, sampai hari ini pun belum pernah. Mungkin saya tidak terpantau radar kali ya? Seperti pesawat MH307. Inget radar jadi inget "Perahu Kertas". Terus tiba-tiba ada backsound Maudy Ayunda. Hahaaa. ...

Rahasia Semesta

Menurut kalian, lebih enak dicintai atau mencintai? disukai atau menyukai? disayang atau menyayangi? Dari itu semua, paling sempurna kalo adanya "saling". Tapi kadang hidup ga sesempurna itu ya. Bahkan untuk mencintai saja terasa rumit. Emang ga salah kalo ada yang bilang umur segini itu "kritis" disaat cemas, takut, sedih & bahagia saling tumpang tindih, datang disaat yang sama. Pasti yang nanti baca ini ngatain dalam hati, ih galau banget. Lha emang galau dosa? Haram? Ga usah ngatain deh kalo kamu ga tau apa yang dirasain penulis. Jodoh... itu bukan hal milih baju atau tas. bukan milih selera. Jodoh itu lebih misteri daripada rejeki. Nyari siapa yang mau aja belum tentu gampang dan ada. Lha? Kalo makin diterusin emang makin absurd. Kadang dicoblangi juga bisa jadi alternatif. Yang simpel, ga usah muluk-muluk, yang mau merima, yang ga malu punya temen kaya gini. siap menghadapi random mood, yang kalo ngobrol nyambung. Sekali, dua kali oke, seterusnya ...

Bersyukur dan Berdamai dengan Hujan

Kemarin aku akhirnya menonton 99 cahaya di langit Eropa. Bagaimana sejarah Islam diceritakan. Yang paling bikin kagum, cara pengambilan gambar gedung-gedung dan bangunan yang jadi simbol peradaban Islam dan agama lain di Eropa. Bikin merinding. Bikin bermimpi suatu saat bisa kesana. Kamu tau? Ternyata setelah itu, hujan turun dengan derasnya. Aku yang tadinya hendak shalat Dhuzur, mengurungkan niat dan segera pulang. Biasanya aku marah sekali dengan hujan. Ia kadang mengacaukan rencanaku. Tapi siang itu, entah kenapa aku sama sekali tidak merutuki hujan. Bahkan bajukupun basah kuyup meski sudah memakai jas hujan. Siang itu menjadi siang aku menerima dan belajar bersyukur karena hujan. Merutuki dan marah hanya akan membuat hati semakin panas. Saat itu aku mulai berdamai dengan segala curahan air. Baju basah, hingga beberapa kali “tersemprot genangan air oleh mobil yang melintas. Tapi entah kenapa hati ini benar-benar ingin berdamai dengan hujan. Perjalanan pulang yang saat siang cukup ...

Oh yaa?

Pernah gak kamu merasa ga nyaman kalo misal ada orang yang menanyakan hal-hal yang sangat kamu sukai. Tapi nada bertanya dia bukan ingin tau, tapi hanya basa-basi. Dan yang bertanya sebernarnya tidak minat sama sekali dengan bidang yang kamu sukai. misal: A: haiii, kemna aja? B: haii, iya nih jarang ngampus. A: gimana kamu masih suka nonton bola? B: heheee, kenapa? A: enggak, soalnya kamu selalu ngetwet gitu.. Entahlah... secara ga langsung dia tidak menyukai twet kita tentang bola. Tidak ada ketertarikan. Emang kenapa? Apakah kita harus menuruti semua orang tentang apa yang ingin mereka baca ditwitter? Enggak kan? Kadang emang membingungkan..... lebih baik mungkin unfollow atau mute. Rada aneh juga kalo ada akun yang dulu sering kali membahas suatu hal, saat ini dia malah mengurangi hanya gara-gara ada yang tidak menyukai isi twetnya. Dia rela mengganti semua isi bio bahkan nama nickname dan foto pun dia ganti agar tidak ada yang tau? Ironi..., Bukankah media sosial itu a...

Membaca......

Setelah 2 bulan galau akademik yang bikin bosen dan jengah, kemaren proposal yang anggap saja tulisan “sampah” udah aku kumpul ke sekretariat jurusan buat dibaca ma koreksi oleh dosen pemimbing. Abis itu waktunya buat aku nyari hiburan. Salah satunya ke Toko buku. Sejujurnya, daripada diajak karaoke atau nonton film, kadang aku bisa nyaman dan betah lama-lama ditoko buku. Muter-muter dan rak satu ke rak yang lain meski gak tau mau nyari buku apa dan mungkin emang ga ada yang mau dibeli juga. Tapi gak tau yaaa, seneng aja. Atau ke Mall sekedar jalan-jalan aja sampe gempor. Pernah aku jalan-jalan dari laintai satu naik lantai 4 trus turun. Eh terus naik lain. Muter-muter gak jelas lah kalo orang bilang. Tapi aku suka. Aku nikmati semua. Liat-liat barang, pernak-pernik. Mungkin bagi orang lain terlihat membosankan Cuma berada dalam satu gedung. Tapi bagi aku itu adalah sedernaha yang bisa bikin aku seneng. Kenapa malah jadi ngelantur? Well, kadang akhirnya aku beli salah satu novel y...

PASSION

1.      Passion adlh sesuatu yg membuatmu senang, nyaman & bersemangat saat menjalaninya  #tipECC   #menemukanpassion 2.     Tak hanya itu, saat membayangkan aktivitas itu pun kamu akan merasa senang & merasa ‘hidup’  #tipECC   #menemukanpassion   3.     Passion ini tdk selalu terkait dgn organisasi, part time, atau aktivitas sejenis lainnya  #tipECC   #menemukanpassion   4.     Kamu dpt menemukannya melalui aktivitas reguler  #tipECC #menemukanpassion 5.     Namun, mengikuti organisasi dsb dpt memperkaya aktivitas kamu, shg memudahkan utk menemukan passion  #tipECC #menemukanpassion   6.     Jika kamu merasa menyukai semua hal, teliti kembali apakah benar itu adlh passionmu  #tipECC   #menemukanpassion   7.     Teliti kembali alasan mengapa kamu menyukainya, bs jd bukan krn kegiatanny...