Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Mengembalikan Televisi Publik

Seri Penyiaran Publik
Pada tahun 1962 sejarah pertelevisian di Indonesia dimulai ketika TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan siaran langsung HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 di Istana Negara Jakarta dan liputan Asian Games IV di Jakarta. TVRI awalnya adalah medium untuk mempromosikan program-program pemerintah, serta memperteguh konsensus nasional tentang budaya nasional, pentingnya pembangunan, tertib hukum, dan menjaga kemurnian identitas bangsa. Pada awal berdirinya secara resmi pada 24 Agustus 1962, TVRI dikenal sebagai televisi pemerintah. Sebab TVRI memang tidak diorientasikan untuk memenuhi kepentingan-kepentingan publik. Dari sekadar medium untuk mendokumentasikan sejarah,TVRI pada akhirnya hanya berperan sebagai alat propaganda pemerintah dan perangkat Ideologis rezim berkuasa. Hal  inilah yang menjadi kendala serius ketika muncul keinginan untuk mentransformasikan TVRI menjadi Lembaga Penyiaran Publik. Pembentukan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) dan Lembaga Penyi…

Bukan Perkara Mudah

Sebelum memutuskan menikah kiranya hal ini menjadi penting untuk dipikirkan. Cek this out.
1.Yakinkanlah bahwa memang dia yang akan menjadi teman hidupmu sampai kamu tua nanti. Jangan karena alasan ganteng, tinggi, pintar kamu memilih dia. Suatu saat dia yang kamu cintai tidak lagi secakep saat kamu menikah dulu. Karena usia, suatu saat dia sudah mulai lupa dan pikun/parkinson/alzaimer tidak lagi sepintar dulu.
2.Kamu pun harus siap menghabiskan sisa usia bersama dia. Sebelum tidur dan bangun tidur yang kamu liat hanya dia.
3.Seseorang yang membantu memotong kukumu, dan membantumu menyibak ubanmu yang mengganggu, dia yang mencebokimu kala kamu tak sanggup bangun dari tempat tidur, dia yang mengelus perutmu dan meredakan rasa keram yang datang setiap bulan. Dia yang menjadi imam dalam setiap doa yang kalian harap besama.
4.Meyakinkan diri bahwa kamu memang pantas menjadi ibu/ayah dari anak-anaknya kelak.
5.Jangan karena sudah bosan, kamu memilih meninggalkan dia.
6.Banyak hal dan masalah …